Cukup banyak pendapat yang berkembang berkaitan dengan pengelolaan manusia dalam organisasi, perusahaan atau institusi negara, baik dalam lingkup kepentingan organisasi, pihak yang berkepentingan maupun keberadaan manusia itu sendiri.
Keberhasilan setiap organisasi sangat ditentukan oleh kinerja setiap manusia yang berada dan menjalankan organisasi tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa, kalimat "The Man Behind The Gun", "The Right Man in The Right Place at The Right Time" ataupun "Serahkanlah Segala Urusan Pada Ahlinya", yang sering kita dengar merupakan kalimat pokok yang harus dijalankan oleh setiap organisasi, apabila masih ingin tetap bertahan dan berkembang.
Dalam lingkup pengelolaan manusia dalam organisasi, sejak diterapkannya manajemen personalia, lalu manajemen sumber daya manusia dan saat ini sebagian besar organisasi mulai menerapkan manajemen modal insani, yang merupakanpengembangan dari pola manajemen sebelumnya, pada dasarnya adalah untuk meningkatkan peranan dan fungsi manusia dalam menjalankan roda organisasi itu sendiri.
Dalam tulisan ini, kita coba menelaah apa yang dimiliki atau seharusnya dimiliki oleh manusia yang menjadi modal utama dalam menjalankan organisasi. Dengan tidak mengesampingkan beberapa pendapat ahli yang telah ada sebelumnya, beberapa aspek modal tersebut, sebagaimana gambar di atas, yang meliputi :
- Modal intelektual
- Modal mental
- Modal spiritual
- Modal talenta
- Modal hubungan, dan
- Modal pengalaman
Modal Intelektual
Modal intelektual merupakan aset tak berwujud. Secara teoritis, definisi yang digunakan dalam tulisan ini, bahwa modal intelektual adalah kemampuan diri manusia dalam berpikir, bertindak dan berbicara sehingga mampu menyelesaikan pekerjaan, kewajiban, tanggung jawab atau masalah yang dihadapinya dengan baik. Dengan modal intelektual ini, setiap manusia diharapkan mampu memecahkan segala masalah dan menyelesaikan semua tanggung jawabnya.Setiap manusia tidak memiliki kemampuan atau modal intelektual yang sama dalam berpikir, bertindak dan berbicara. Kelebihan dan kelemahan setiap manusia yang harus dikelola dan ditata dengan baik oleh organisasi. Cukup banyak organisasi yang mengalami kegagalan, karena tidak memahami dan memanfaatkan modal intelektual ini, namun lebih mementingkan tampilan dari manusianya, baik penampilan fisik, pendidikan dan hubungan istimewa
Modal Mental
Modal mental juga merupakan aset tak berwujud, adalah kemampuan diri manusia dalam bertahan pada kondisi yang tidak nyaman, membahayakan dan penuh tekanan. Modal ini memiliki pengaruh yang sangat dominan dalam keberlangsungan hidup sebuah organisasi. Berbagai tekanan, ancaman dan ketidaknyamanan harus mampu dihadapi oleh manusia di dalam organisasi tersebut. Dalam tingkatan yang lebih tinggi, manusia akan mampu merubah berbagai ancaman menjadi peluang, kondisi yang membahayakan menjadi yang membahagiakan dan kondisi tidak nyaman menjadi sangat nyaman.Organisasi harus memiliki orang-orang yang memiliki tingkan ketahanan mental yang baik, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi.
Modal Spiritual
Modal spiritual juga merupakan aset tak berwujud yang sangat bermanfaat bagi manusia inti sendiri atau masyarakat di sekitarnya. Dalam tulisan ini, definisi modal spiritual adalah kondisi diri manusia dalam menyikapi berbagai permasalahan yang dihadapinya. Hubungan modal spiritual ini tidak hanya kepada sesama manusia dan alam lingkungan, tetapi juga kepada Tuhan Yang Mahaesa.Dalam kaitan dengan organisasi, budaya malu menjadi modal utama dalam menghadapi permasalahan. Malu berbuat salah, malu tidak bertanggung jawab atau malu tidak menyelesaikan pekerjaan, menjadi stimulus bagi kemajuan organisasi.
Biasanya, manusia yang memiliki modal spiritual yang baik, selalu beranggapan bahwa "Setiap permasalahan pasti ada jalan keluar".
Modal Talenta
Modal talenta atau bakat merupakan kemampuan bawaan yang dimiliki oleh setiap manusia. Secara harfiah, modal talenta adalah kecenderungan diri manusia untuk melaksanakan kegiatan yang diinginkannya, yang mampu memberikan rasa nyaman.Apabila manusia bekerja tidak dengan perasaan nyaman, sangat sulit untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Modal talenta ini harus mampu ditelaah oleh organisasi, sehingga mampu dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
Modal Hubungan
Modal hubungan adalah kemampuan manusia dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan masyarakat. Kemampuan berkomunikasi ini didasarkan atas kepercayaan antara kedua belah pihak.Dalam era globalisasi saat ini, modal hubungan merupakan salah satu aspek keberhasilan organisasi dalam melaksanakan kegiatannya.
Modal Pengalaman
Terakhir, modal pengalaman, juga merupakan aset tak berwuju dengan definisi singkat, Modal pengalaman adalah kemampuan manusia dalam menyerap pengalaman sebelumnya, untuk menyikapi hal-hal yang akan dihadapi selanjutnya."Try and Error" merupakan salah satu cara yang sering dilakukan oleh setiap manusia, untuk memperbanyak pengalaman.
Semoga dapat bermanfaat....

No comments:
Post a Comment